Posts

Lilin Kegelapan

Lilin Kegelapan Titik air menitik Berbaris jarum jam berdetik Tak henti dalam putaran waktu Menembus masuk roda itu Menjadi pilar generasi penerus Bermuara menjelma sebagai arus Berbaris di tengah tangisan pertiwi Tak buat henti langkahkan kaki Ku akan jadi lilin di tengah kegelapan Wahai sang guruku Tuntunlah aku menjadi aku Jasamu tak tampak mata Berwujud dalam hati Titik air menitik Ilmu mu kan ku petik Bukan buat negara munafik

SETETES EMBUN DI PADANG PASIR

SETETES EMBUN DI PADANG PASIR Terima kasih tak terukur untukmu Terima kasih tak terkira untukmu Terima kasih sebesar-besarnya untukmu Termia kasih sekali lagi untukmu Kau telah memberikan jalan menuju kehidupan yang lebih baik buatku Kau memberikan pertolongan sebelum aku membutuhkannya Kau seperti cahaya dalam ruangan hampa nan gelap Kau seperti setetes embun di padang pasir Terima kasih guruku Terima kasih Kau tak akan kulupakan Jasamu akan abadi sepanjang hayat hidupku

For Teacher

PEMBUKA GERBANG DUNIA Dulu aku bodoh Dulu aku sama sekali tak tahu apa-apa Aku tak tahu cara baca tulis Aku juga begitu bodoh untuk dapat menghitung Semuanya berubah saat aku mengenalmu Kau yang seringkali kusepelkan dengan sabar membimbingku Kau ajarkan aku baca tulis Kau tularkan sebundel ilmu hitungan Kau begitu sabar Kau begitu teliti dan cekatan mengajari dan membimbingku Nggak jarang aku putus asa dan malas dalam belajar Namun, kau mampu membuka gerbang semangatku kembali Aku tak tahu jika orang sepertimu tidak terlahir di dunia Akan jadi apakah aku jika orang sepertimu tidak ada Orang yang membuka jalan menuju masa depa Orang pembuka gerbang dunia untukku

Puisi Wow

Image
Haruskah              Haruskah aku nyanyikan cintaku Agar kau dengar suara hatiku Haruskah aku lukis rasa sayangku Agar dapat kau lihat ketulusanku Haruskah kutulis semua kerinduanku Agar kau sedikit saja mengerti Betapa aku menanti cintamu Selembar doa ku layangkan padamu Mengharap kau tetap disampingku Menemani lingkar hidupku Meski aku tahu Aku terasa tak mampu memilikimu Hanya lewat guratan kata Kuhaturkan segenap rasa Yang kupendam dalam puncak asmara Takkan hilang dalam hitungan masa    Jika Tuhan Mengijinkan Ijinkan aku menyangimu dalam derai tawa Dalam tangis air mata Dalam cinta yang terpendam rahasia

Puisi For Mother

Image
BAIT SAJAK BUAT IBU Tetes-tetes darah... Keringat dan air matamu Cukup sudah menorehkan Prasasti-prasasti indah di hidupku Menggenapi di setiap celah ruang dan waktu Gumam doa tulus nan sederhanamu Jua .... Keriput di kening ‘tuk menata asa Demi anak-anakmu ‘tlah menjadi saksi Pada hamparan permadani indah beranda syurga Akhirnya..... Maafkan bila belum sempurna baktiku padamu Saat renta usia menjemputmu.... Ibu, Maafkan kami anak-anakmu Selamat jalan..... Ibu Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya Tuhan Semesta Jagad Raya Yakinlah suatu saat bersama takdir , nanti Kita ‘kan tersenyum bersama semerbak harum surge Amien......

Puisi Too

Image
Segenap Jiwaku Orang bijak pernah berkata "Hanya orang bodoh yang selalu terburu-buru" Aku berpikir mungkin juga aku termasuk orang bodoh karena aku terburu-buru menilaimu Aku dulu pernah meninggalkanmu Aku dulu pernah menghinamu Aku ingin memutar kembali itu Tuk mendapatkan hatimu Ternyata dirimu sungguh mencintaiku sampai sekarang Betapa bodohnya dirikuntak menginginkanmu Sekarang aku sadar kaulah cinta sejatiku Kau yang selalu mengajariku Apa makna dari sebuah kata Cinta Terima kasih kau telah memberi hatimu untukku Aku akan berubah dan akan selalu menyayangimu Kan ku beri segenap jiwaku padamu Semoga kita takkan terpisah sampai ajal menjemput

Puisi Moment

Image
Moment Yang Indah Saat ku berjalan... Ku teringat pada kenangan kita Dulu kita saat masih muda Kita sering pergi bersama Pertama kali aku mengajakmu Ku ajak kau jalan-jalan ke taman Di taman kau peluk aku dengan kasih sayang Kedua kalinya aku mengajakmu Kau meminta jalan-jalan ke taman itu lagi Ku hargai pendapatmu Walaupun aku mau mengajakmu ke tempat yang belum pernah kau datangi Kau bilang tidak ada tempat yang indah selain taman itu Saat kita di taman aku melamarmu Kau diam tersipu malu Dan aku bilang padamu" aku sungguh mencintaimu" Kau pun menerimaku dengan tulus Akhirnya sampai sekarang kita hidup bersama Taman penuh dengan kenagan itu masih ada Walau melewati waktu yang terjal Oh....... Sayang....... Kapan moment manis itu terulang lagi